Sabtu, 25 April 2015

POLIO MENGAJAKKU KELILING INDONESIA

Awan merah mulai kelihatan.. Sang surya balik ke peraduan. Langkah kakiku berjalan menuju panggilan Tuhan,, untuk menjalankan kewajiban (sholat magrib) dengan berjamaah di masjid dekat tempat ku melakukan perniagaan...di kota perantauan.. Pangkalan Bun.

Tampak kendaraan penuh tempelan.. Tempelan apakah itu gerangan (gumamku sendirian?)... Yang paling jelas terbaca adalah tulisan "awas jaga jarak...*****" (aku lupa) ada terbaca tulisan "cacat".

Sambil terus aku perhatikan... Nampaklah orang tua yang berjalan dg menggunakan tongkat bantuan.. Senyum kecil ku berikan ke beliau yg di akhir artkelku, dia orang yang semangat dan hidup dalam kesyukuran kepada Tuhan. Dialah Pak Bibit.. Namun saat itu aku belum sempat berkenalan.. Sampa akhir sholat selesai, aku masih menyimpan pertanyaan... Ku samperin motor tadi yang parkir di depan Polres Kotawaringin Barat Pangkalan Bun, kendaraan roda tiga VIAR.. Ada tulisan "Pak Bibit Keliling Indonesia"... Sesampai di toko, aku langsung googling dengan kata kunci pak bibit. Ketemulah artikel tentang beliau di sebuah media masa Manado...

Jejak Langkah Pak Bibit, Pria Cacat Nekat Keliling Indonesia

Jumat, 28 November 2014 01:11
Jejak Langkah Pak Bibit, Pria Cacat Nekat Keliling Indonesia
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Pak Bibit keliling Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak orang cacat. 
SIANG itu, cuaca Kota Bitung nampak cerah panas terik yang biasanya menyengat kulit serta curah hujan deras yang mendadak turun tidak nampak, disaat yang bersamaan meluncur mulus dari arah Kota Manado satu unit motor roda tiga berwarna hitam masuk ke kawasan perkantoran Wali Kota Bitungsekitar pukul 14.15 Wita, motor itu pun berhenti disekelilingnya nampak berkumpul petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang sedang berjaga, mereka asik melihat gambat-gambar dan tulisan-tulisan dibagian belakang motor yang dibuat seperti box persegi empat.
Saat motor dengan nomor polisi AG 8851 IL itu berhenti disamping kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPK-BMD), terlihat dibagian kemudi sebuah tongkat warna Silver mengenai aspal kemudian diikuti dengan sosok pria pendek mengenakan tas ransel warna hitam.
Dialah Bibit Wahyudianto (51) pria cacat asal Blitar Jawa Timur yang tengah mengemban misi keliling Indonesia dengan menggunakan motor roda tiga jenis Viar, Pak Bibit tiba di Kota Bitungsetelah dua Minggu berada di Kota Manado kedua daerah tersebut masuk dalam deratan Provinsi ke 19 pada misi keliling Indonesia. Dalam perjalannya keBitung suami dari Winarti ini sempat transit di Kantor Polres Minut kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke Bitung.
"Mau ketemu pak wakil wali kota," ujar Bibit saat turun dan kendaraannya. Dijelaskannya keinginannya untuk keliling Indonesia dalam kondisi cacat kedua kaki karena terkena Polio sejak kecil untuk mengampanyekan hak penyandang cacat agar tidak malu, minder dan harus berdikari seperti manusia normal.
"Kuncinya kesehatan dalam mengemban misi ini, jam 8 malam tidur didalam motor sambil dibuka pintunya kemudian bangun pagi harinya. Tidak kesulitan selama mengendara motor dari satu kota ke kota lain enjoy-enjoy saja, panas hujan sudah biasa," jelasnya.
Ayah dari dua bocah Lanang dan Wito ini mengaku jika diperhadapkan dengan cuaca hujan maupun panas berdampak pada baju ganti yang dicuci lalu dijemur didalam box motor, karena kalau hujan pakain susah kering, kalau panas cepat keringnya pakaian. "Kan selama perjalanan keliling Indonesia pakaian saya cuci sendiri," akunya.
Namun demikian Pak Bibit tetap saja sering merasakan kendala-kendala dalam menempuh perjalanan dari kota ke kota, dimana saat diperhadapkan dengan medan yang turun naik membuatnya agak kesulitan meski akhirnya bisa dilalui. "Perawatan motor sendiri seminggu sekali ganti oli, untuk sperpart bawa cadangan. Waktu di Manado sempat dikasi juga sperpartnya, kopling dan remnya di ganti," kata dia sembari menambahkan bakal melanjutkan perjalanan keliling Indonesia ke Ternate provinsi Malukut Utara.
Selain bercerita banyak seputar perjalannya keliling Indonesia yang dimulai dari daerah tempat tinggalnya Blitar, Pak Bibit tak segan-segan membuka box motornya yang berbentuk segi empat besar didalam saat dibuka didalamnya terdapat macam-macam barang. "Ada tempat tidur, bantal, megic com atau alat penanak nasi, beras serta pakaian-pakaian dan alat-alat dapur lainnya," ujar.
Sebagai suami dan ayah yang baik, selama menempuh perjalanan keliling Indonesia tak pernah lupa dengan anak dan istrinya di rumah, sesekali setiap tiba di kota yang baru atau daerah baru dirinya langsung menelpon anak dan istrinya di rumah. "Satu hari satu kali telepon tanya kabar dan memberi tau keberadaan saya ada dimana," ujarnya mengakhiri perbincangan.(tribunmanado/christian wayongkere)
Aku balik ke masjid,, utk melakukan obrolan kecil dg pak bibit.. Ku awali dg menyapa beliau dg namanya dan lanjut aku memperkanalkan diri.. @#%#&@$%%*"%@$ pukul 18:47 WIB tanda waktu isya mulai masuk. Aku pun mengahiri obrolan dg org yang memberi inspirasi dan motifasi untuk semangat hidupku sedetik setelah pertemuan yang penuh keberkahan ini.
Selamat melanjutkan perjalanan keliling indonesia pak.. Semoga sampai di kota selanjutnya (Pontianak) dg selamat.. Dan setelah berlabuh di kota terakhir dalam misi keliling indonesia ini, keluarga yg di blitar pun menanti kepulangan bapak dg selamat..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar